19 Mei 2013

Pergantian Kelamin dalam Hukum Islam

Perkataan pergantian kelamin merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris "Transeksual" , k... thumbnail 1 summary

Perkataan pergantian kelamin merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris "Transeksual" , karena memang operasi tersebut sasaran utamanya adalah mengganti kelamin. Di sini akan kita contohkan kasus pergantian kelamin seorang waria (wanita pria) menjadi seorang wanita.

Maka dalam hal ini, dapat ditarik suatu pengertian bahwa pergantian kelamin (transeksual) adalah usaha seorang Dokter Ahli  bedah plastik dan kosmetik untuk mengganti kelamin seorang laki-laki menjadi perempuan melalui proses operasi.

Karena operasi tersebut termasuk pembedahan yang mengandung resiko, maka seorang Dokter yang menanganinya harus berhati-hati dan cermat, karena bisa saja terjadi hal-hal sebagai berikut :

1. Kerusakan alat pengeluaran kotoran manusia
2. Terjadinya kelainan syaraf pada penderita

Hukum dalam Islam

Seorang laki-laki dilarang dalam Islam menyamakan dirinya dengan perempuan, dan sebaliknya perempuan dilarang menyamakan dirinya dengan laki-laki, baik perilakunya, pakaiannya dan lebih-lebih bila ia mengganti kelaminnya.

Larangan ini mengandung dosa besar, yang banyak melibatkan pihak lain, misalnya Dokter yang mengoperasinya, orang-orang yang memberikan dukungan moril dalam upaya pengoperasiannya dan sebagainya. Kesemua pihak tersebut mendapatkan dosa yang sama.

Hal itu telah tertera alam hadits yang menjadikan dasar atas hukum tersebut:
"Empat golongan yang pagi-pagi mendatangi kemarahan Allah, dan berangkat pada sore hari menemui kemurkaan-Nya , maka saya berkata (salah seorang sahabat bertanya) : Siapakah mereka yang dimaksud itu Rasulullah? Nabi menjawab : Laki-laki yang menyamakan dirinya dengan Perempuan dan perempuan yang menyamakan dirinya dengan laki-laki, serta orang yang menggauli binatang dan sesama laki-laki". H.R Al Baihaqy